Foto setelah penampilan Sendratari Watu Gong pada Pembukaan Wana Wisata Watu Gong Rambipuji, Jember
Diadakan oleh Teater Kunbalangu dengan pemain dan tim yang dari Paijo dan beberapa UKM Kesenian di Jember
Bagaimana industri seni pertunjukan bisa berkembang? Terlintas pertanyaan tersebut setelah beberapa waktu berkecimpung di dunia seni pertunjukan. Ada rasa iri ketika melihat kelompok/institusi seni pertunjukan di luar negeri tetap diminati oleh masyarakat meski dengan segala kemajuan teknologi. Seni Pertunjukan di sana (teater, drama musikal,
dance, dll) menjadi alternatif hiburan. Butuh waktu dan usaha ekstra untuk mencapai profesionalisme para pekerja seni di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang kurang maksimal. Perlu kerjasama dan dukungan yang kuat dari semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, dan para pekerja seni itu sendiri. Karena para pekerja seni enggan untuk meminta bantuan dan dukungan terutama dari pemerintah. Padahal menurut UU Nomor 5 tahun 2017 mengenai Pemajuan Kebudayaan, para pekerja seni atau kelompok kesenian berhak mendapatkan bantuan dan dukungan dari pemerintah. Banyak para pekerja seni tidak mengetahui dukungan terkait pekerjaan seninya sehingga pekerja seni merasa mereka tidak didukung. Para pekerja seni tradisional (seperti kelompok Reog, Jaranan, dll) dan pekerja seni kontemporer (biasanya para pemuda) perlu mendapatkan dukungan baik dalam hal pendanaan, sarana-prasarana (gedung seni, alat-alat, dll), dan apresiasi sebaik-baiknya.
Oleh :
Mohammad Rifqi Adam
Pendiri dan Kepala Kelompok Seni Paijo
Komentar
Posting Komentar